You need to enable javaScript to run this app.

Hari Kepanduan Dunia, mari mengenal Sosok Baden Powel

Hari Kepanduan Dunia, mari mengenal Sosok Baden Powel
Melansir laman Scout.org, untuk memperingati Hari Kepanduan Sedunia, setiap tahunnya pegiat pramuka di seluruh dunia berkumpul di tingkat lokal, nasional juga internasional untuk merayakan peristiwa tahunan ini.
 
Tanggal 22 Februari merupakan kelahiran Baden Powell. Dengan begitu, Hari Kepanduan Sedunia menjadi peristiwa penting dalam kalender Kepramukaan. Sebab, anggota pramuka di seluruh dunia memperbaharui janji Pramuka yang menegaskan kembali komitmen mereka terhadap nilai-nilai pramuka.
 
Sosok Baden Powell merupakan anak kedelapan dari 10 bersaudara. Di umur 3 tahun, ayahnya meninggal dan dia pun diasuh oleh ibunya.
Saat mengenyam pendidikan di Charterhouse School, Baden Powell mulai tertarik dengan alam terbuka, memasuki hutan guna melacak satwa liar, bahkan menangkap dan berburu beberapa hewan.
 
Sebelum Hari Kepanduan Sedunia terbentuk, di tahun 1907 awalnya Baden Powell menginisiasi 'Scouting for Boys'. Kegiatan itu merupakan kemah anak laki-laki di pulau Bownsea.
 
Di tahun berikutnya, kegiatan itu masih dilakukan. Hanya saja, waktu pelaksanaannya menjadi lebih sering, yakni setiap dua minggu sekali. Mereka yang terlibat dalam kemah ini rupanya mempunyai minat yang tinggi terhadap pramuka. Baden Powell yang menjadi ketua kemah tersebut kerap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang dari peserta.
Melihat peserta yang cukup banyak, Baden Powell akhirnya mendirikan kantor untuk memberi pelatihan sekaligus pendidikan kepada peserta pramuka.
 
Kemudian, tahun 1920 rupanya gerakan tersebut menampung lebih banyak peserta. Untuk pertama kalinya, Jambore dilaksanakan. Adapun jumlah pesertanya berkisar 8.000 orang dari 34 negara.
 
Mereka berkumpul untuk mengikuti jambore pramuka yang pertama di bawah kubah kaca Olympia London. Siapa sangka, saat acara selesai, Baden Powell ditunjuk sebagai ketua pramuka dunia, gelar itu ia pegang hingga meninggal.
 
Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Dedi Mugni Permadi, S.Pd

- Kepala Sekolah -

Pendidikan merupakan tiket untuk masa depan. Hari esok untuk orang-orang yang telah mempersiapkan dirinya hari ini.

Berlangganan